Selamat datang di Blog kami. Bagi para pencinta ayam aduan dapat melihat hasil ternak ayam aduan milik kami di Blog ini. Bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut bisa langsung tinggalkan komentar atau langsung menghubungi kami di 081916794009.
Follow twitter kami di
@MentaokBreeder

Monday, 29 April 2013

Katuranggan Ayam Aduan Menurut Warna



Salam hangat para hobiis ayam aduan,

Setelah beberapa waktu yang lalu kami disibukkan dengan anakan ayam hasil ternakan kami, akhirnya kami dapat berjumpa lagi menyapa rekan-rekan hobiis ayam aduan. Pada kesempatan kali ini, Mentaok Breeder akan berbagi info mengenai warna ayam aduan sebagai salah satu katuranggan dan indikator ayam aduan yang baik. Semoga informasi yang kami berikan dapat berguna bagi rekan-rekan sekalian. Selamat menyimak.

Dikutip dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (oleh Penerbit : Soemodidjojo Mahadewa di Projo Dalem Ngyogyakarto Hadiningrat, buku asli milik Kanjeng Pangeran Harya Cakraningrat) dapat disampaikan sebagai berikut :
  1. Wiring Galih, jengger Telon, mata kuning, kaki hitam, jalu bung alang-alang (hitam ujung keputih-putihan), ekor lebat, sisik melik, ini adalah ayam aduan yang baik, sering mendapat kemenangan sedangkan yang memelihara sering mendapatkan keberuntungan.
  2. Wiring kuning, jengger Telon, mata kuning, kaki lontheng (bertaburan sisik warna hitam), jalu hitam, ekor lebat, ini merupakan ciri ayam aduan yang baik, sering mendapat kemenangan dan membuat senang pemiliknya.
  3. Wido Cepoko (wido berkaki kuning), jengger telon, kaki dan jalu berwarna kuning, ekor lebat, sisik mulus (tanpa melik), supit pendek, ini merupakan ciri ayam aduan yang sangat baik, sering mendapat kemenangan, pemiliknya mendapat keberuntungan dan keselamatan.
  4. Lurik, jengger telon, kepala besar, mata kuning, kaki lontheng, jalu renteng, sisik mulus, ini adalah ciri ayam aduan yang bagus.
  5. Blorok, jengger telon, jengger telon ataupun wilah, kepala lebar, mata kuning, kaki dan jalu berwarna hitam, sisik mulus. Ini ayam aduan yang baik, pemiliknya sering mendapat keberuntungan.
  6. Blorok madu, jengger telon, kepala tebal, mata kuning, kaki warna hijau, jalu canthel, ekor lebat, ayam seperti ini sering mendapat kemenangan dan pemiliknya mendapat keberuntungan.
  7. Wiring kuning, jengger telon, kepala kecil, mata merah, kaki warna kuning, ekor mubal putih, ini ciri ayam aduan yang sangat jelek, licik dan membuat susah pemiliknya.
  8. Blorok merah, jengger berdiri seperti cabe, kepala kecil, mata merah, jalu kuning, ini ciri ayam yang tidak layak untuk ayam aduan, sering kalah dan membuat susah pemiliknya.
  9. Ayam putih mulus, beraura kehitaman, jengger telon ataupun jengger dlima, ini juga sangat bagus karena dapat dipakai untuk tumbal ataupun ritual-ritual Kejawen. Namun tidak boleh untuk ayam aduan.
 
Gbr. 1

Gbr. 2

Gbr. 3

Gbr. 4

Gbr 1 s/d 4 : Berbagai macam katuranggan ayam aduan mempengaruhi 
karakteristik dan pembawaan ayam


Sekian informasi mengenai katuranggan ayam aduan yang baik berdasarkan Kitab Primbon Jawa. Meskipun ayam aduan ada beragam jenisnya, paling tidak literature tersebut dapat kita jadikan acuan dalam menilai katuranggan ayam. Karena leluhur kita meninggalkan warisan ilmu pastilah berdasarkan ilmu titen dalam jangka waktu yang lama.  

Semoga dapat memberikan wawasan baru bagi rekan sekalian. Semoga sukses untuk kita semua.

Salam Ayam!!!
Mentaok Breeder
Read more ...

Tuesday, 26 March 2013

Pemberantasan Cacing Pada Ayam Aduan Secara Herbal


Salam Super Rekan-rekan Ayamania,

Berbicara mengenai obat-obatan, trend pengobatan di dunia kedokteran saat ini sudah mulai bergeser, dari yang semula bersifat kimiawi menjadi bersifat herbal, kembali ke alam. Dapat kita lihat sekarang banyak sekali bermunculan obat herbal yang menawarkan kealamian dalam proses penyembuhan. Mengapa trend pengobatan sekarang beralih ke pengobatan herbal? Banyak sekali kelebihan pengobatan secara herbal, seperti yang telah kami sampaikan pada postingan sebelumnya (http://kardonofarm.blogspot.com/2012/11/kiat-dan-tips-pencegahan-penyakit-ayam.html).

Trend pengobatan herbal pun juga marak di dunia ayam aduan/ayam laga, dikarenakan berbagai keunggulan obat herbal bila dibandingkan obat kimia. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan tips pemberantasan dan pengobatan cacing pada ayam klangenan rekan-rekan sekalian melalui cara herbal. Selamat menyimak.

Penyakit cacing pada ayam sangat berpengaruh pada kesehatan ayam aduan. Hal ini dikarenakan cacing menyerap sebagian nutrisi yang semestinya menjadi jatah ayam. Bila nutrisi berkurang maka tentu saja akan mempengaruhi kesehatan ayam kita, di antaranya : ayam menjadi kurus, mudah terserang penyakit, dan kurang bergairah serta penampakannya cenderung pucat.

Gbr.1 Ayam dan anakan ayam rentan terkena penyakit cacing

Bagi ayam petarung, efek dari penyakit cacing ini dapat menghambat proses penggarapan/pembentukan. Dengan demikian, satu-satunya cara hanyalah dengan memberantas tuntas cacing tersebut dari ayam kesayangan kita. Cara pemberantasan cacing dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu melalui pengobatan kimia atau dapat melalui cara herbal. Pengobatan secara kimia dilakukan dengan pemberian obat/kapsul kimia ke ayam aduan, seperti pemberian combantrin. Cara kimiawi ini tentu saja dapat memberantas cacing dengan cepat, namun sekali lagi harus diperhatikan bahwa cara kimia juga dapat memberikan efek negatif pada ayam bila kita tidak cermat, khususnya dalam pemberian dosis obat kimia yang tepat bagi ayam. Terkadang ayam bukan semakin membaik, tetapi justru semakin memburuk kondisinya.

Sedangkan cara herbal lebih banyak kelebihannya, di antaranya meminimalkan efek samping pada ayam. Cara pemberantasan cacing pada ayam yang sangat efektif adalah dengan menggunakan pinang muda (bhs. Jawa : Jambe). Caranya, pinang muda (kira-kira sebesar ibu jari) dibelah, diambil buah pinangnya, lalu suapkan pada ayam yang terkena penyakit cacing. Pengobatan ini akan lebih manjur bila dilakukan di pagi hari, saat ayam belum makan. Untuk dosisnya, ayam dewasa satu biji, ayam remaja separuh biji, dan kuthukan ayam seperempat biji.

Gbr. 2 Pinang Muda sangat berkhasiat untuk mengobati ayam yang terserang penyakit cacing

Setelah pinang ditelan ayam, ayam agar diberi minum hingga tembolok terisi penuh, kemudian tekan tembolok pelan-pelan seara berulang-ulang agar pinang cepat bereaksi, lalu masukkan ayam ke dalam sangkar. Kita amati, setelah sekitar 5-10 menit, bila ayam tersebut positif terkena cacing pasti cacing akan segera keluar bersama dengan air dan sedikit kotorannya. Segala jenis cacing akan keluar dengan sendirinya, mulai dari cacing pipih, cacing gilig, hingga cacing nasi. Cacing yang keluar segera dimusnahkan dan jangan sampai dimakan ayam lain. Selama 1 jam ayam akan berak air, biarkan saja hingga cacing yang ada dalam perut ayam habis keluar. Setelah cacing dirasa benar-benar habis, segera berikan suplement bergizi tinggi pada ayam agar kesehatannya lekas pulih kembali.

Demikian tips pemberantasan cacing secara herbal dari kami, cukup sederhana, mudah dilakukan namun benar-benar efektif. Semoga bermanfaat bagi rekan sekalian, selamat mencoba dan silakan dibuktikan sendiri.

Salam Ayam!!!
Mentaok Breeder
Read more ...

Monday, 4 March 2013

Hobi Ternak Ayam Aduan ala Mentaok Breeder


Salam Jawara Rekan-rekan Ayamania,

Akhirnya setelah sekian lama menghilang dari dunia blog, saya bisa berkesempatan untuk mengupdate blog Mentaok Breeder ini dan bertegur sapa dengan rekan sesama ayamania. Pada kesempatan kali ini saya akan bercerita panjang lebar mengenai awal mula saya menekuni dunia ternak ayam aduan. Selamat menyimak bagi rekan-rekan hobiis ayam aduan, semoga bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua.

Saya hobi ayam aduan sejak duduk di bangku SD di Bantul, jadi sudah dari kecil memang saya sudah berminat di dunia ayam laga ini. Setiap pulang sekolah saya sering mengajak teman-teman sekampung yang hobi ayam aduan untuk mengadu ayam. Ayam dibawa kesana kemari untuk mencari ayam yang sebaya untuk diadu. Ayam memang sangat mengasyikkan bagi dunia anak-anak seumuran kami. Hingga setelah itu, hobi ayam aduan ini terhenti semenjak saya mulai bersekolah di kota Jogja.

Setelah selesai sekolah dan mulai bekerja, hobi saya satu ini mulai kambuh lagi. Bahkan tidak hanya sekedar hobi saja, namun mulai beranjak untuk menekuni ternak ayam aduan. Hobi ayam aduan ini saya tekuni dengan menambah pengalaman dan imu tentang ayam aduan. Buku-buku ayam aduan saya baca sebagai acuan dan referensi ayam aduan yang berkualitas. Saya juga aktif berdiskusi dengan botoh-botoh senior di lingkungan sekitar saya untuk semakin menambah pengetahuan praktek tentang ayam aduan.

Setelah saya renungkan kembali, ternyata saya bukanlah tipe seorang petarung ayam aduan (botoh), tetapi lebih ke tipe pemulia (peternak) ayam aduan. Mengapa? Saya merasa bangga ketika dapat menghasilkan ayam aduan yang tangguh dan kualitas juara. Saya hanya memelihara ayam sampai dengan lancuran, setelah itu ayam aduan diambil rekan-rekan hobiis petarung. Ayam-ayam aduan saya dibentuk sebagai ayam petarung oleh mereka. Sementara saya memelihara ayam aduan murni karena hobi dan kebanggaan dapat mencetak ayam aduan.

Gbr. 1 Anakan Hasil Ternakan Mentaok Breeder
Gbr. 2 Anakan Hasil Ternakan Mentaok Breeder

Dari indukan, kuthuk, hingga remaja dan dewasa ayam-ayam saya beri perhatian dengan vitamin, vaksin dan menu harian, sampai pada kandungan nutrisinya agar ayam-ayam saya sebagai calon petarung terkondisikan sejak berupa telur sampai dengan ayam dewasa. Setetelah saya perhitungkan lagi, memang cukup banyak biaya yang dikeluarkan untuk ayam-ayam ini. Namun hal ini tidak pernah saya perhatikan.

Gbr. 3 Pentingnya sebuah Passion dalam menekuni hobi

Bagi saya, nomor satu adalah target, adapun yang lain masih dapat dipikir kemudian. Saya tidak takut merugi dan risiko-risiko yang lain. Yang terpenting adalah membuat ayam petarung tangguh dapat terlaksana, di samping tentu saja saya mendapat kesenangan yang tak terhingga dari hobi ayam aduan ini. Jadi ada 2 poin utama yang mendasari saya menekuni ternak ayam aduan ini, yaitu rasa senang dan kebanggaan. Dua poin inilah yang menjadi bahan bakar saya dalam beraktivitas setiap hari mengurus ternak ayam. Memang rasa lelah seringkali menghinggapi, tetapi kesenangan dan kebanggaan yang didapat jauh lebih besar dibandingkan rasa lelah.

Adapun saya memilih untuk tidak menjadi petarung ayam aduan adalah karena saya berpedoman bahwa : hobiis sekapasitas kami ini tidak memungkinkan menjadi petarung sekaligus pemulia/peternak ayam aduan. Bila ikut terjun sebagai petarung, sudah pasti akan terbengkalai ternak ayam kami. Bilamana pada saat ayam kami kalah di pertandingan maka semangat memelihara ayam akan kendor, dan dampaknya lagi-lagi ternakan ayam kami menjadi tidak terurus. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, bulat sudah jalur yang saya ambil. Saya fokus untuk benar-benar menjadi pemulia ayam, yaitu peternak yang tidak hanya sekedar beternak, menambah jumlah ayam, tetapi juga “memuliakan ayam”, yaitu meningkatkan kualitas ayam aduan hingga level puncak. Dan tentu saja, saya mendapat 2 bonus tambahan, kesenangan dan kebanggaan. 


Seperti pesan dari mendiang bos Apple, Steve Job, “People with passion can change the world”. Passion saya dari awal berada di dunia pemuliaan ayam aduan, jadi dunia ini akan saya tekuni dan pelajari terus-menerus agar bisa mendapatkan ayam kualitas prima. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah motivasi bagi rekan-rekan hobiis ayam aduan.


Salam Ayam!!!
Mentaok Breeder
Read more ...

Saturday, 2 February 2013

Rahasia Sisik Jari Ayam


Salam Hangat Rekan – Rekan Ayam Mania,

Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi cerita mengenai sisik jari ayam aduan yang memiliki kelebihan tersendiri. Kategori sisik jari ayam, yang kami maksud adalah sisik jari, bukan sisik kaki. Sisik jari ada beberapa kriteria, sisik yang di bawah jari, yaitu batu rante, atau batu rambat, sedangkan sisik di telapak kaki itu batu lapak, sangat jarang kita temui. Batu lapak adalah rajanya ayam, lepas dari trah dan katuranggannya, dia adalah rajanya ayam. Anugerah alam yang diberikan pada seekor ayam dengan beberapa kelebihan yang dia miliki. 


Sisik Jari Ayam Tertentu Dapat Sebagai Salah Satu Indikasi Ayam Jawara

Bercerita sedikit mengenai ayam batu lapak, saya (saat itu masih duduk di bangku kuliah) pernah melihat kejadian yang unik. Pada suatu hari Bapak saya (kebetulan pada saat itu Bapak saya sebagai perabot desa) menerima laporan dari tetangga. Tetangga kami tersebut ketakutan setelah menyembelih ayam untuk hajatan. Setelah beberapa hari disembelih ternyata ayam tersebut tidak mati, dan terpaksa diganti dengan ayam lain. Sampai hari keempat ayam belum juga mati, padahal saluran pernapasan sudah putus, sekali lagi benar – benar putus. Karena semakin ketakutan, akhirnya tetangga tadi melaporkan kejadian tersebut pada Bapak, yang kebetulan juga seorang maniak ayam.

Bapak saya yang semula tidak percaya atas kejadian ini, setelah melihat sendiri ayamnya, dengan kesaksian beberapa tetangga yang melihat kejadian tersebut, akhirnya percaya juga. Atas ijin pemiliknya, maka ayam tersebut dibawa pulang. Sampai di rumah diberi tempat yang baik, namun untuk diobati sudah tidak mungkin lagi, karena leher ayam itu sudah disembelih hingga hampir putus. Setelah diamati secara seksama oleh Bapak, di telapak kaki ayam itu ternyata ada satu sisik di kedua telapak kaki, di kanan dan kiri. Kejadian ini ditunjukkan pada keluarga termasuk pemilik ayam. Entah apa yang diperbuat Bapak saya, setelah mendekati ayam itu beberapa saat kemudian ayam itu mati di hari yang kelima. Itulah sekelumit pengalaman penulis, walaupun tidak dapat digeneralisir untuk semua jenis ayam batu lapak.   

Ada ayam yang jarang ditemui, tapi tidak selangka ayam jenis batu lapak, yaitu ayam yang sisik jari sebelah dalam pecah, sebelah atau keduanya, satu sisik atau lebih. Ayam jenis ini biasanya punya kelebihan, walaupun tidak sama. Ada yang kuat menang, ada yang pukul berat, ada yang aman dari serangan taji. Namun hal - hal tersebut di atas tidak dapat terlepas dari pedoman-pedoman yang telah kita miliki sebagai maniak ayam yang senantiasa berpedoman dalam pertarungan ayam. Bahwa menang dan kalahnya ayam dalam bertarung itu sangatlah bergantung pada :
1.    Trah dan jenis ayam
2.    Penggarapan ayam
3.    Tandingan ayam

Demikian sharing pengalaman kami, semoga penulisan ini dapat semakin menggairahkan para hobiis dalam menekuni dunia ayam laga.

Salam Ayam!!!
Mentaok Breeder
Read more ...

Monday, 21 January 2013

Tips Pengobatan Bubul Ayam Yang Efektif

Salam Jawara Rekan – Rekan Penggemar Ayam Aduan, 

Terkadang ayam kesayangan kita mengalami penyakit bubul, di mana penyakit satu ini sangat mengganggu dan dapat mempengaruhi kinerja ayam aduan kita. Secara umum penyebab penyakit bubul adalah luka pada telapak kaki karena terantuk benda keras, yang kemudian terkena infeksi, lalu membengkak. Bubul ini sangat mengganggu ayam saat beraktivitas. Bila terus dibiarkan dan tidak segera ditangani dengan tepat, penyakit ini akan semakin parah dan berlangsung lama. 

Gbr 1 Bubul pada Ayam bila dibiarkan terus akan mengganggu aktivitas dan menurunkan kinerja ayam aduan

Ayam yang telapak kakinya tebal akan semakin mudah terantuk benda keras, ayam seperti ini gampang terserang bubul. Maka, pada saat memilih ayam, hindari ayam yang memiliki telapak kaki tebal. Selain itu, usahakan saat memandikan ayam, kaki dan telapaknya dibersihkan dengan sikat yang halus sampai bersih, amati dengan cermat apakah terdapat luka di kaki. Apablia ditemukan luka pada kaki ayam, segera olesi obat anti biotic, lalu dibalut. 

Selain itu, ayam yang mudah terserang bubul biasanya adalah  ayam yang telapak kakinya terkenal dengan batu rambat atau batu rantai, yaitu ayam dengan ujung jari telapaknya bersisik. Memang ayam seperti ini memiliki kelebihan pada bobot pukulannya yang berat, tetapi biasanya memiliki telapak kaki yang tebal. Bila memang menginginkan batu rambat, tidak masalah asalkan telapak kakinya harus tipis. Sekali lagi harus tipis, walaupun ayam seperti ini jarang kita temui. 

Untuk selanjutnya pengobatan bubul berdasarkan pengalaman kami sangatlah sederhana, hampir tanpa biaya karena obatnya dapat kita temui dimana - mana. Bahannya adalah kapur basah (enjet : Jawa), dan sabun colek. Caranya sebagai berikut :

Ambil enjet sebesar kelereng, dan sabun colek dengan jumlah yang sama dengan enjet tadi (1:1), lalu aduk sampai rata betul. Setelah rata, ambil secukupnya, disesuaikan dengan lebar permukaan bubul. Jangan sampai mengambil adonan terlalu banyak karena ramuan ini berdampak panas pada kulit, hindari pengolesan pada kulit telapak kaki yang sehat. Pada saat pengolesan harus hati- hati, cukup dioleskan seperlunya saja. Pastikan ramuan hanya mengenai permukaan bubul saja, tidak sampai mengenai kulit telapak kaki yang segar. Setelah selesai diolesi, tahap selanjutnya adalah membalut kaki ayam dengan plester pembalut, sampai ramuan tertutup semua. Pembalutan hanya cukup dilakukan sampai 24 jam. Setelah itu, pembalut dilepas dan bersihkan sampai permukaan bubul terlihat. Amati warna kulit bubulnya. Bila sudah berwarna hitam legam, langkah berikutnya tinggal mengolesi dengan sisa ramuan yang ada selama 3 hari (pagi dan sore), sudah cukup membuat akar bubul mati.

Bila permukaan bubul belum berwarna hitam legam, dapat diulang pengobatannya sekali lagi. Cukup sekali lagi saja dengan pengobatan proses pembalutan, ditambah olesan selama 3 hari.  Jangan dikelupas bubulnya, biar mengelupas sendiri, seiring pergantian kulitnya yang baru. Yang jelas bubul sudah tidak berpangaruh lagi saat ayam kita beraktivitas. Dapat juga agar permukaan bubul cepat mengelupas, sering - seringlah disangkar dengan alas kain yang basah.     

Sekian tips dari kami, semoga bermanfaat. Selamat mencoba.

Salam Ayam!!!
Mentaok Breeder
Read more ...

Saturday, 5 January 2013

Kelebihan Ayam Aduan Birma

Semangat Pagi Rekan - Rekan Penggemar Ayam Aduan!!!

Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan topik mengenai kelebihan dan keunggulan ayam aduan trah Birma, di mana ayam jenis ini mulai dilirik dan populer di kalangan ayam aduan. 

Ayam aduan Birma tergolong baru di Indonesia, mulai berkembang sekitar tahun 1998. Salah satu pendahulu  importir ayam Birma bernama Alex dari Surabaya. Menurut informasi yang kami terima, yang bersangkutan sudah kembali ke Thailand. Perkembangan ayam Birma sekarang ini mulai menampakkan titik cerahnya setelah banyak penggemar yang mengetahui kelebihan-kelebihan ayam Birma. Dan saat ini trend ayam aduan mulai beralih ke ayam trah Birma ataupun hasil persilangan dengan indukan trah Birma.

Gbr. 1 Jago Birma Original

Ayam aduan Birma populer di kalangan penggemar ayam aduan dikarenakan ayam jenis ini memiliki berbagai kelebihan yang tidak dimiliki ayam lain (Bangkok/Saigon). Adapun kelebihan ayam Birma adalah sebagai berikut :
1)    Tidak mau bertarung dengan jarak dekat,
2)    Saat lawan  melancarkan serangan, ayam Birma mendahului memukul,
3)   Gerakannya sangat dinamis, mundur sambil melancarkan pukulan, bergeser ke kanan, ke kiri sambil memukul lawan, lari berputar sambil kembali menghantam lawan dan masih banyak lagi variasinya, tergantung jenisnya ayam Birma yang kita miliki,
4)    Pukulannya sangat akurat, yaitu di sekitar  kepala, mata, dan paruh. Teknik andalan yang dimiliki adalah teknik nyawat dan mranggal. Bagi ayam Birma yang telah bertaji, teknik ini sangat membahayakan lawan karena sasaran teknik ini adalah area kepala, mata dan paruh.

Ayam aduan Birma akan menampakan kemampuan yang sebenarnya di gelanggang pertarungan setelah ngorak (mbodol = ganti bulu). Tetapi, karena postur tubuhnya yang kecil, para penggemar ayam aduan Birma sering menyilangkannya dengan ayam Saigon/Vietnam, dengan ayam Bangkok, ataupun dengan ayam Brasil. Tujuannya adalah agar anakannya memiliki ukuran badan yang lebih ideal.

Gbr. 2 Contoh Jago Hasil Cross Birma - Bangkok Koleksi Mentaok Breeder

Gbr. 3 Contoh Jago Hasil Cross Birma - Bangkok Koleksi Mentaok Breeder

Gbr. 4 Contoh Jago Hasil Cross Birma - Bangkok Koleksi Mentaok Breeder

Demikian tambahan dari kami, semoga bermanfaat.

Salam Ayam!!!
Mentaok Breeder
Read more ...