Selamat datang di Blog kami. Bagi para pencinta ayam aduan dapat melihat hasil ternak ayam aduan milik kami di Blog ini. Bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut bisa langsung tinggalkan komentar atau langsung menghubungi kami di 081916794009.
Follow twitter kami di
@MentaokBreeder

Wednesday, 7 August 2013

Ayam Jago Birma, Si Cabe Rawit dari Myanmar



Salam super bagi rekan hobiis ayam aduan,
Kali ini kembali kami akan mengulas lebih jauh mengenai ayam aduan Birma. Julukannya sebagai si cabe rawit dari Myanmar memang sangat pas, apalagi kalau bukan jago Birma yang berasal dari negri Myanmar atau Burma/Birma. Mengulang kembali artikel kami sebelumnya (Kelebihan Ayam Aduan Birma), ayam aduan Birma pertama kali masuk di tanah air kita sekitar tahun 1998. Dikenalkan oleh importir ayam aduan dari Surabaya, Alexander Teguh yang kebetulan mertuanya asli orang Thailand dan memiliki peternakan ayam yang cukup ternama.
Warna ayam Birma sangat bervariasi, seperti wido, hijau, turah, merah tua dan putih. Tetapi yang bagus kebanyakan berwarna wido dan merah tua, sebab kedua warna tersebut sama dengan warna yang dimiliki ayam alasan, atau ayam hutan. Memang idealnya warna sedapat mungkin seperti ayam hutan, yaitu biru, hijau ataupun putih.
Julukan si cabe rawit dari Myanmar memang pantas diberikan untuk ayam jago Birma ini. Dibalik postur tubuhnya yang kecil (pada umumnya), siapa yang mengira ada segudang keunggulan yang tidak dimiliki jago lain. Berbagai keunggulan tersebut di antaranya : teliti, aktif ketika bertarung, pandai membaca teknik musuh, penuh akal/cerdik dan sangat pintar menggunakan taji/jalu. Namun satu kelemahannya adalah di postur tubuhnya yang kecil bila dibandingkan jago lainnya.
Ayam aduan Birma mempunyai ciri khas yaitu tidak banyak menggunakan kekuatan ketika menyerang, tetapi lebih banyak menunggu untuk mendapatkan kesempatan yang baik untuk menyerang. Namun yang perlu diperhatikan adalah taji atau jalu, bila lebih panjang akan sangat menguntungkan bagi ayam Birma.
Ayam aduan Birma yang baik dapat ditengarai dari warna bulu dan warna kaki yang mendekati ayam hutan, serta sayap yang tebal penuh bulu, Kebanyakan ayam Birma asli ekornya mendongak ke atas karena darah ayam alasnya sangat kental. Ayam aduan Birma adalah ayam yang bagus karena memiliki kemampuan bertarung dengan segala jenis dan teknik.
Gbr. 1 Contoh Kuthukan Birma Ori Ternakan Mentaok Breeder
Gbr. 2 Anakan Birma Saigon Ternakan Mentaok Breeder

Gbr. 3 Contoh Jago Birma Ori Ternakan Mentaok Breeder (Warna Bulu dan Kaki Menyerupai Ayam Alas/Hutan)
Kelebihan yang lain dari Ayam Birma bahwa ayam ini memiliki kemampuan memukul tanpa harus mematuk terlebih dahulu. Teknik ini disebut dengan teknik mranggal, nyawat, timpuk. Ayam Birma dikenal sebagai ayam yang pandai menghindar dengan jalan mundur ke belakang, mampu ke samping sambil melemparkan pukulan nyawat, yang tentunya akan sangat menyulitkan lawan. Dalam pertarungannya, ayam Birma selalu menjaga jarak dan jarang mematuk, hingga lawanpun akan kesulitan untuk sekedar mendekat, apalagi mematuk sehingga tidak akan mampu melepas pukulan, yang membuat lawan kebingungan.
Hal yang pantas dicatat dari ayam aduan Birma adalah tingkat akurasi pukulannya yang sangat tinggi, hingga  90% pukulannya ada di sekitar kepala, paruh, dan mata lawan. Fakta ini tentunya akan semakin membuat keder lawan manapun yang akan bertarung dengan ayam Birma.
Demikian sekedar sharing pengetahuan mengenai ayam Birma. Kami sering membuat postingan ayam Birma karena memang salah satu fokus utama ternak Mentaok Breeder adalah mencetak anakan Ayam Birma yang berkualitas tinggi. Semoga artikel di atas dapat berguna bagi rekan ayamania dan menambah wawasan kita semua.
Salam Ayam!!!
Mentaok Breeder
Read more ...

Saturday, 29 June 2013

Ayam Jago Suro

Salam Ayam Rekan-rekan pecinta ayam aduan,

Sebagai pembuka kata dalam membahas dan mengulas Jago Suro, Primbon Betaljemur Adammakna menegaskan bahwa :

“Mulane diarani Jago Suro, sebab yen diadu menangan, matane awas lan arang kejalu, kejaba yen tarung pada Jago Suro”
(Maka dinamakan Jago Suro, sebab bila diadu sering menang, matanya awas dan jarang terkena jalu, kecuali bila diadu dengan sesama Jago Suro)

 
Gbr.1 Katuranggan dan Fisik Ayam Bisa Menjadi Penanda Jago Suro

Inilah yang disebut Jago Suro menurut Primbon tersebut :
  1. Warna wido cepoko, ekor mubal silap putih, jalu canthel dan jengger telon.
  2. Warna merah, sayap kanan kiri silap putih, paruh atas bagian yang paling atas bulat memanjang sampai ke ujung (“cucuk ndhuwur ndaler ngrante saeler” – bhs. jawa)
  3. Warna blorok, kaki hitam, jalu bungkus.
  4. Warna lurik, paruh dan kakinya trotol hitam, jalu canthel.
  5. Warna wiring galih, mata jalak, jengger telon, jalu panjang buntu.
  6. Jago apapun warnanya, namun tembolok ada di sebelah kiri juga disebut Jago Suro.
  7. Jago yang lancurnya mencuat ke atas satu ekor, disebut dengan Jago Suro Dhukun.
  8. Jago yang lancurnya mencuat ke atas dua ekor, disebut dengan Jago Suro Temanten.
  9. Jago yang jalunya bertingkat, namanya Jago Suro Tanjungkarang.
  10. Jago yang bila dipegang terus diangkat, di dalamnya terdengar seperti suara air, disebut Jago Suro Kopyor. 
Sekian sekilas mengenai ayam Jago Suro berdasarkan Kitab Primbon Jawa. Seperti artikel kami sebelumnya, bahwa literatur tersebut dapat kita jadikan salah satu acuan dalam menilai katuranggan ayam. Karena leluhur kita meninggalkan warisan ilmu berdasarkan ilmu titen yang sudah banyak teruji di masa lalu. 

Semoga dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi rekan pencinta ayam aduan. Semoga sukses!!!

Salam Ayam,
Mentaok Breeder
Read more ...

Sunday, 19 May 2013

Katuranggan Ayam Aduan Menurut Sisik Kaki


Salam Sukses Rekan-rekan Pecinta Ayam Aduan,

Menyambung beberapa postingan kami sebelumnya (Rahasia Sisik Jari Ayam/2 Feb 2013 dan Katuranggan Ayam Aduan Menurut Warna/29 April 2013), kali ini kami akan mengulas katuranggan ayam aduan menurut sisik kaki. Seperti sudah kita ketahui semua, bahwa kelebihan ayam aduan sedikit banyak dapat kita ketahui dengan mencermati sisik kakinya. Oleh karena itu, sisik kaki merupakan salah satu indikator apakah ayam tersebut merupakan trah juara atau hanya ayam kebanyakan saja.


Gbr 1. Sisik Kaki Ayam sebagai Indikator Kualitas dan Karakter Ayam Aduan

Dikutip dari Kitab Betaljemur Adammakna (oleh Penerbit : Soemodidjojo Mahadewa di Projo Dalem Ngyogyakarto Hadiningrat, buku asli milik Kanjeng Pangeran Harya Cakraningrat), mengenai sisik kaki ayam aduan dapat kami sampaikan sebagai berikut :
  1. Sisik jari pamunggul yang paling ujung, baik kanan maupun kiri pecah, disebut dengan Tanjung Karang, pukulannya dapat membingungkan musuh,
  2. Kedua sisik kaki, baik kanan maupun kiri ubet, dinamakan Nagamangsa, watak pukulannya hebat, dapat membuat goyah musuh,
  3. Sisik kaki belakang keduanya menghadap ke bawah, disebut Nagatumurun, pukulannya dapat membuat musuh jadi rabun,
  4. Sisik kedua kaki seperti salak, disebut Nagabanda, pukulannya dapat membuat musuh terkejut dan lari ketakutan,
  5. Sisik kedua jari manis semuanya pecah, dinamakan Tunggak Winorawan, musuh akan menyerah sebelum laga berakhir (medhot banyon),
  6. Sisik-sisik di kedua jari banyak yang pecah-pecah, disebut Batukarang, wataknya membutakan lawan,
  7. Sisik yang ada di kedua jari panunggul sebelah bawah, disebut Baturante, pukulannya sangat ampuh, dapat membuat goyah musuh,
  8. Sisik yang berada di kedua telapak kaki, dinamakan Batulapak juga disebut dengan Rajanya ayam. Ayam ini dianugrahi beragam kelebihan, tahan pukulan lawan yang berat, musuh tidak akan kuat menghadapi pukulannya, bila pukulannya mengenai kepala akan membuat mata musuh buta, bila mengenai badan akan membuat musuh kehabisan tenaga,
  9. Sisik melik di kedua kaki, tepat pada posisi jalu, disebut Putri Kinurung, kalau memukul akan membuat musuh goyah,
  10. Sisik yang bersih mulus tanpa melik, dinamakan Satriya Sinekti, ayam yang kuat menang,
  11. Bulunya ada yang bercabang 3 (siwil = bhs. jawa), disebut Satriya Manekung, wataknya kuat menang,
  12. Bulu yang ada di dada besar-besar dan kasar, disebut Bimakurda, ayam ini juga termasuk ayam yang kuat menang,
  13. Sisik kedua kaki ubet, tepat pada posisi jalu, bila warnanya :

          ·         Wiring kuning          : disebut Mas Tinuwuh, ayam bagus
          ·         Wiring galih             : disebut Mas Sinangling, ayam bagus
          ·         Wido                       : disebut Begononda, ayam bagus
          ·         Klawu                      : disebut Basunonda, ayam bagus
 
Sekian informasi mengenai katuranggan ayam aduan yang baik menurut sisik kaki berdasarkan Kitab Primbon Jawa. Seperti sudah pernah kami sampaikan sebelumnya, bahwa literature tersebut dapat kita jadikan salah satu acuan dalam menilai katuranggan ayam. Karena para leluhur kita meninggalkan warisan ilmu berdasarkan ilmu titen yang sudah banyak teruji di masa lalu. 

Semoga dapat memberikan wawasan bagi rekan ayamania sekalian. Semoga sukses!!!


Salam Ayam,
Mentaok Breeder
Read more ...

Monday, 29 April 2013

Katuranggan Ayam Aduan Menurut Warna



Salam hangat para hobiis ayam aduan,

Setelah beberapa waktu yang lalu kami disibukkan dengan anakan ayam hasil ternakan kami, akhirnya kami dapat berjumpa lagi menyapa rekan-rekan hobiis ayam aduan. Pada kesempatan kali ini, Mentaok Breeder akan berbagi info mengenai warna ayam aduan sebagai salah satu katuranggan dan indikator ayam aduan yang baik. Semoga informasi yang kami berikan dapat berguna bagi rekan-rekan sekalian. Selamat menyimak.

Dikutip dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (oleh Penerbit : Soemodidjojo Mahadewa di Projo Dalem Ngyogyakarto Hadiningrat, buku asli milik Kanjeng Pangeran Harya Cakraningrat) dapat disampaikan sebagai berikut :
  1. Wiring Galih, jengger Telon, mata kuning, kaki hitam, jalu bung alang-alang (hitam ujung keputih-putihan), ekor lebat, sisik melik, ini adalah ayam aduan yang baik, sering mendapat kemenangan sedangkan yang memelihara sering mendapatkan keberuntungan.
  2. Wiring kuning, jengger Telon, mata kuning, kaki lontheng (bertaburan sisik warna hitam), jalu hitam, ekor lebat, ini merupakan ciri ayam aduan yang baik, sering mendapat kemenangan dan membuat senang pemiliknya.
  3. Wido Cepoko (wido berkaki kuning), jengger telon, kaki dan jalu berwarna kuning, ekor lebat, sisik mulus (tanpa melik), supit pendek, ini merupakan ciri ayam aduan yang sangat baik, sering mendapat kemenangan, pemiliknya mendapat keberuntungan dan keselamatan.
  4. Lurik, jengger telon, kepala besar, mata kuning, kaki lontheng, jalu renteng, sisik mulus, ini adalah ciri ayam aduan yang bagus.
  5. Blorok, jengger telon, jengger telon ataupun wilah, kepala lebar, mata kuning, kaki dan jalu berwarna hitam, sisik mulus. Ini ayam aduan yang baik, pemiliknya sering mendapat keberuntungan.
  6. Blorok madu, jengger telon, kepala tebal, mata kuning, kaki warna hijau, jalu canthel, ekor lebat, ayam seperti ini sering mendapat kemenangan dan pemiliknya mendapat keberuntungan.
  7. Wiring kuning, jengger telon, kepala kecil, mata merah, kaki warna kuning, ekor mubal putih, ini ciri ayam aduan yang sangat jelek, licik dan membuat susah pemiliknya.
  8. Blorok merah, jengger berdiri seperti cabe, kepala kecil, mata merah, jalu kuning, ini ciri ayam yang tidak layak untuk ayam aduan, sering kalah dan membuat susah pemiliknya.
  9. Ayam putih mulus, beraura kehitaman, jengger telon ataupun jengger dlima, ini juga sangat bagus karena dapat dipakai untuk tumbal ataupun ritual-ritual Kejawen. Namun tidak boleh untuk ayam aduan.
 
Gbr. 1

Gbr. 2

Gbr. 3

Gbr. 4

Gbr 1 s/d 4 : Berbagai macam katuranggan ayam aduan mempengaruhi 
karakteristik dan pembawaan ayam


Sekian informasi mengenai katuranggan ayam aduan yang baik berdasarkan Kitab Primbon Jawa. Meskipun ayam aduan ada beragam jenisnya, paling tidak literature tersebut dapat kita jadikan acuan dalam menilai katuranggan ayam. Karena leluhur kita meninggalkan warisan ilmu pastilah berdasarkan ilmu titen dalam jangka waktu yang lama.  

Semoga dapat memberikan wawasan baru bagi rekan sekalian. Semoga sukses untuk kita semua.

Salam Ayam!!!
Mentaok Breeder
Read more ...

Tuesday, 26 March 2013

Pemberantasan Cacing Pada Ayam Aduan Secara Herbal


Salam Super Rekan-rekan Ayamania,

Berbicara mengenai obat-obatan, trend pengobatan di dunia kedokteran saat ini sudah mulai bergeser, dari yang semula bersifat kimiawi menjadi bersifat herbal, kembali ke alam. Dapat kita lihat sekarang banyak sekali bermunculan obat herbal yang menawarkan kealamian dalam proses penyembuhan. Mengapa trend pengobatan sekarang beralih ke pengobatan herbal? Banyak sekali kelebihan pengobatan secara herbal, seperti yang telah kami sampaikan pada postingan sebelumnya (http://kardonofarm.blogspot.com/2012/11/kiat-dan-tips-pencegahan-penyakit-ayam.html).

Trend pengobatan herbal pun juga marak di dunia ayam aduan/ayam laga, dikarenakan berbagai keunggulan obat herbal bila dibandingkan obat kimia. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan tips pemberantasan dan pengobatan cacing pada ayam klangenan rekan-rekan sekalian melalui cara herbal. Selamat menyimak.

Penyakit cacing pada ayam sangat berpengaruh pada kesehatan ayam aduan. Hal ini dikarenakan cacing menyerap sebagian nutrisi yang semestinya menjadi jatah ayam. Bila nutrisi berkurang maka tentu saja akan mempengaruhi kesehatan ayam kita, di antaranya : ayam menjadi kurus, mudah terserang penyakit, dan kurang bergairah serta penampakannya cenderung pucat.

Gbr.1 Ayam dan anakan ayam rentan terkena penyakit cacing

Bagi ayam petarung, efek dari penyakit cacing ini dapat menghambat proses penggarapan/pembentukan. Dengan demikian, satu-satunya cara hanyalah dengan memberantas tuntas cacing tersebut dari ayam kesayangan kita. Cara pemberantasan cacing dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu melalui pengobatan kimia atau dapat melalui cara herbal. Pengobatan secara kimia dilakukan dengan pemberian obat/kapsul kimia ke ayam aduan, seperti pemberian combantrin. Cara kimiawi ini tentu saja dapat memberantas cacing dengan cepat, namun sekali lagi harus diperhatikan bahwa cara kimia juga dapat memberikan efek negatif pada ayam bila kita tidak cermat, khususnya dalam pemberian dosis obat kimia yang tepat bagi ayam. Terkadang ayam bukan semakin membaik, tetapi justru semakin memburuk kondisinya.

Sedangkan cara herbal lebih banyak kelebihannya, di antaranya meminimalkan efek samping pada ayam. Cara pemberantasan cacing pada ayam yang sangat efektif adalah dengan menggunakan pinang muda (bhs. Jawa : Jambe). Caranya, pinang muda (kira-kira sebesar ibu jari) dibelah, diambil buah pinangnya, lalu suapkan pada ayam yang terkena penyakit cacing. Pengobatan ini akan lebih manjur bila dilakukan di pagi hari, saat ayam belum makan. Untuk dosisnya, ayam dewasa satu biji, ayam remaja separuh biji, dan kuthukan ayam seperempat biji.

Gbr. 2 Pinang Muda sangat berkhasiat untuk mengobati ayam yang terserang penyakit cacing

Setelah pinang ditelan ayam, ayam agar diberi minum hingga tembolok terisi penuh, kemudian tekan tembolok pelan-pelan seara berulang-ulang agar pinang cepat bereaksi, lalu masukkan ayam ke dalam sangkar. Kita amati, setelah sekitar 5-10 menit, bila ayam tersebut positif terkena cacing pasti cacing akan segera keluar bersama dengan air dan sedikit kotorannya. Segala jenis cacing akan keluar dengan sendirinya, mulai dari cacing pipih, cacing gilig, hingga cacing nasi. Cacing yang keluar segera dimusnahkan dan jangan sampai dimakan ayam lain. Selama 1 jam ayam akan berak air, biarkan saja hingga cacing yang ada dalam perut ayam habis keluar. Setelah cacing dirasa benar-benar habis, segera berikan suplement bergizi tinggi pada ayam agar kesehatannya lekas pulih kembali.

Demikian tips pemberantasan cacing secara herbal dari kami, cukup sederhana, mudah dilakukan namun benar-benar efektif. Semoga bermanfaat bagi rekan sekalian, selamat mencoba dan silakan dibuktikan sendiri.

Salam Ayam!!!
Mentaok Breeder
Read more ...

Monday, 4 March 2013

Hobi Ternak Ayam Aduan ala Mentaok Breeder


Salam Jawara Rekan-rekan Ayamania,

Akhirnya setelah sekian lama menghilang dari dunia blog, saya bisa berkesempatan untuk mengupdate blog Mentaok Breeder ini dan bertegur sapa dengan rekan sesama ayamania. Pada kesempatan kali ini saya akan bercerita panjang lebar mengenai awal mula saya menekuni dunia ternak ayam aduan. Selamat menyimak bagi rekan-rekan hobiis ayam aduan, semoga bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua.

Saya hobi ayam aduan sejak duduk di bangku SD di Bantul, jadi sudah dari kecil memang saya sudah berminat di dunia ayam laga ini. Setiap pulang sekolah saya sering mengajak teman-teman sekampung yang hobi ayam aduan untuk mengadu ayam. Ayam dibawa kesana kemari untuk mencari ayam yang sebaya untuk diadu. Ayam memang sangat mengasyikkan bagi dunia anak-anak seumuran kami. Hingga setelah itu, hobi ayam aduan ini terhenti semenjak saya mulai bersekolah di kota Jogja.

Setelah selesai sekolah dan mulai bekerja, hobi saya satu ini mulai kambuh lagi. Bahkan tidak hanya sekedar hobi saja, namun mulai beranjak untuk menekuni ternak ayam aduan. Hobi ayam aduan ini saya tekuni dengan menambah pengalaman dan imu tentang ayam aduan. Buku-buku ayam aduan saya baca sebagai acuan dan referensi ayam aduan yang berkualitas. Saya juga aktif berdiskusi dengan botoh-botoh senior di lingkungan sekitar saya untuk semakin menambah pengetahuan praktek tentang ayam aduan.

Setelah saya renungkan kembali, ternyata saya bukanlah tipe seorang petarung ayam aduan (botoh), tetapi lebih ke tipe pemulia (peternak) ayam aduan. Mengapa? Saya merasa bangga ketika dapat menghasilkan ayam aduan yang tangguh dan kualitas juara. Saya hanya memelihara ayam sampai dengan lancuran, setelah itu ayam aduan diambil rekan-rekan hobiis petarung. Ayam-ayam aduan saya dibentuk sebagai ayam petarung oleh mereka. Sementara saya memelihara ayam aduan murni karena hobi dan kebanggaan dapat mencetak ayam aduan.

Gbr. 1 Anakan Hasil Ternakan Mentaok Breeder
Gbr. 2 Anakan Hasil Ternakan Mentaok Breeder

Dari indukan, kuthuk, hingga remaja dan dewasa ayam-ayam saya beri perhatian dengan vitamin, vaksin dan menu harian, sampai pada kandungan nutrisinya agar ayam-ayam saya sebagai calon petarung terkondisikan sejak berupa telur sampai dengan ayam dewasa. Setetelah saya perhitungkan lagi, memang cukup banyak biaya yang dikeluarkan untuk ayam-ayam ini. Namun hal ini tidak pernah saya perhatikan.

Gbr. 3 Pentingnya sebuah Passion dalam menekuni hobi

Bagi saya, nomor satu adalah target, adapun yang lain masih dapat dipikir kemudian. Saya tidak takut merugi dan risiko-risiko yang lain. Yang terpenting adalah membuat ayam petarung tangguh dapat terlaksana, di samping tentu saja saya mendapat kesenangan yang tak terhingga dari hobi ayam aduan ini. Jadi ada 2 poin utama yang mendasari saya menekuni ternak ayam aduan ini, yaitu rasa senang dan kebanggaan. Dua poin inilah yang menjadi bahan bakar saya dalam beraktivitas setiap hari mengurus ternak ayam. Memang rasa lelah seringkali menghinggapi, tetapi kesenangan dan kebanggaan yang didapat jauh lebih besar dibandingkan rasa lelah.

Adapun saya memilih untuk tidak menjadi petarung ayam aduan adalah karena saya berpedoman bahwa : hobiis sekapasitas kami ini tidak memungkinkan menjadi petarung sekaligus pemulia/peternak ayam aduan. Bila ikut terjun sebagai petarung, sudah pasti akan terbengkalai ternak ayam kami. Bilamana pada saat ayam kami kalah di pertandingan maka semangat memelihara ayam akan kendor, dan dampaknya lagi-lagi ternakan ayam kami menjadi tidak terurus. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, bulat sudah jalur yang saya ambil. Saya fokus untuk benar-benar menjadi pemulia ayam, yaitu peternak yang tidak hanya sekedar beternak, menambah jumlah ayam, tetapi juga “memuliakan ayam”, yaitu meningkatkan kualitas ayam aduan hingga level puncak. Dan tentu saja, saya mendapat 2 bonus tambahan, kesenangan dan kebanggaan. 


Seperti pesan dari mendiang bos Apple, Steve Job, “People with passion can change the world”. Passion saya dari awal berada di dunia pemuliaan ayam aduan, jadi dunia ini akan saya tekuni dan pelajari terus-menerus agar bisa mendapatkan ayam kualitas prima. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah motivasi bagi rekan-rekan hobiis ayam aduan.


Salam Ayam!!!
Mentaok Breeder
Read more ...